Budaya-Tionghoa.Net | Saya tidak bisa mengikuti perdebatan tentang filsafat Tiongkok – filsafat Barat di mailing-list ini baru2 ini karena saya tidak mempunyai access ke internet setiap waktu di Eropa belakangan ini. Tetapi saya telah bisa mengetahui/belajar tentang perkembangan budaya Tiongkok yang mulai kelihatan dan terasa di Eropa sekarang ini, dari perjalanan saya di beberapa negara di Eropa baru2 ini. Selain itu bisa mengetahui tentang nasib orang Indonesia (TKI) yang menarik di perjalanan saya ini.
Month: September 2011
Kisah Liu Yin : Keinginan Orang Tua
VIA : Facebook Group Budaya Tionghoa
Budaya-Tionghoa.Net | Pada jaman dinasti Jin hiduplah seorang anak yang bernama Liu Yin. Ketika ia berusia 7 tahun ayahnya meninggal dunia. Semenjak itu Liu Yin tinggal bersama sang nenek. Di usia yang masih anak-anak, Liu Yin sudah bisa memahami tentang budi pekerti&sopan santun.
Seri Tulisan Laozi [11] – Penderitaan
Budaya-Tionghoa.Net | Sama seperti ajaran Buddha Gautama mengenai Empat Kesunyataan Mulia (Four Noble Truth), demikian juga Lau Zi mengakui adanya penderitaan yang membuat manusia hidup gelisah dan senantiasa merasa takut dan khawatir, yang disebabkan oleh adanya sifat ke-aku-an dalam setiap manusia. Manusia, apabila berbuat suatu jasa kemudian mendapatkan pujian akan membuat dirinya menjadi sombong dan dapat menyebabkannya melakukan perbuatan di luar kemampuannya, guna memperoleh pahala yang lebih besar lagi, tanpa menyadari bahwa suatu saat dia akan mendapat celaan atau caci maki yang dapat membuatnya berduka dan menderita. Maka seorang bijaksana yang mengenal Tao dan mengetahui hukum alam, senantiasa mengundurkan diri dan menolak segala penghargaan yang diberikan kepadanya, hingga dia senantiasa diindahkan. Hal ini memberikan suatu bukti, bahwa keserakahan dapat menimbulkan penderitaan.
Empat Nasehat Liao Fan [37] – Rendah Hati Dan Memperbaiki Diri
Budaya-Tionghoa.Net| Saya selalu pergi bersama teman bila menghadiri ujian negara dan setiap kali bertemu pelajar yang sangat miskin. Saya memperhatikan bahwa sebelum mereka berhasil lulus ujian dan hidup makmur,muka mereka menunjukkan kerendah-hatiannya, tenang, damai dan harmonis, sehingga saya merasa menguasai kwalitas tersebut.
Pertanyaan Mengenai Soja
Pertanyaan mengenai soja:[1] Kapan kita sebaiknya perlu membungkukan setengah badan pada saat bersoja? [2] Apakah benar apabila kita soja dihadapan orang mati, sebagai tanda penghormatan kita kepalan tangannya terbalik dimana tangan kiri yg mengepal tangan kanan? [3] Apakah pada saat pai-tee terhadap orang tua, kita wajib soja sambil berlutut? [Mang Ucup]
Budaya-Tionghoa.Net | Jawaban untuk pertanyaan pertama. Membungkukkan badan [Kok Kiong], adalah cara untuk menghormat yang sederhana tapi khidmat, yaitu dengan membongkokkan badan (belok di pinggang, bukan di leher) sebesar 45 derajat. Ketentuannya: [a]Satu kali kokkiong untuk menghormat kepada yang sederajat atau kepada mempelai. [b]Tigakali kokkiong untuk menyampaikan hormat di hadapan altar dan lain2 yang dihormati. Kita melakukan kokkiong setelah kita selesai bersoja dengan/tanpa memegang hnio. Misalnya setelah melakukan penghormatan soja terhadap jenasah, kemudian kita melakukan kokkiong.