Budaya-Tionghoa.Net | Disini saya memberi keterangan tentang syair saya mengenai hidup dan mati dilihat dari sudut taois dan dari optiek jaman sekarang, karena banyak orang yang tidak mengerti tentang taoisme. Kalau ada yang tidak cocok dengan pikiran anda kita bisa berdiskusi untuk lebih mengerti arti tao, karena pengetahuanku juga terbatas. Dibawah ini ada beberapa pengertian yang kadang kadang sulit dimengerti, maka saya mencoba menjelaskannya.
Month: September 2011
Rumah Sakit Yang Didirikan Masyarakat Tionghoa [02] – Rumah Sakit Tionghoa Ie Wan
Budaya-Tionghoa.Net | Aku bukan saja kenal dengan bapak Yap yang satu generasi lebih tua dari aku, tetapi juga banyak pemimpin-pemimpin dokter di Rumah Sakit ini yang aku kenal banget karena kebanyakan dari mereka lulusan dari Universitas Airlangga, Surabaya, seperti kolega Dr. Djuanda, Dr. Choo Hok Tjhai, Dr. Kesuma Halim dan Dr. Eddy Listyo (lulusan universitas Trisakti). Umumnya mereka ini mempunyai hati yang sosial demi kepentingan kesehatan rakyat Indonesia chususnya Surabaya dan daerah Jawa timur.
Fu Lu Shou
Budaya-Tionghoa.Net| Fu Xing sebenarnya pada jaman lampau sering juga disebut Sui Xing 歲 星 dan dipercaya bahwa Sui Xing bisa memberikan rejeki.
Kemudian orang-orang mengadakan perubahan dari nama bintang menjadi manusia. Yang paling terkenal adalah Fu Shen Tian Guan 福 神 天 官 dan Yang Cheng 楊 成.
Mengenai Kanker Hati! Jangan Tidur Terlalu Malam!
Budaya-Tionghoa.Net| Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (GOT, GPT), tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm!
Seri Tulisan Laozi [12] – Kesempurnaan
Budaya-Tionghoa.Net | Kesempurnaan menurut Lau Zi adalah orang yang telah bebas dari sifat ke-aku-an, sehingga dapat menemukan diri sejati dimana hidup bebas dari nafsu keinginan dan goncangan. Seseorang yang telah mencapai Kesempurnaan dapat bekerja untuk membantu alam dalam menyalurkan kebajikan pada sesamanya. Hal ini dapat disamakan dengan Sang Buddha yang telah mencapai Kesempurnaan [Anuttara Samyak Sambodhi]. Kesempurnaan yang dicapai akan membebaskannya dari segala nafsu keinginan dan sifat ke-aku-an, sehingga mampu mencurahkan sifat Cinta Kasih dan Kasih Sayang [metta karuna] yang tak terhingga, tanpa perbedaan, untuk kebahagiaan semua mahluk di alam semesta ini. Lau Zi menyatakan bahwa kesempurnaan seseorang dalam latihan spiritualnya, akan menyebabkannya menjadi perantara alam dalam menyalurkan sifat Kasih Sayang dan Cinta Kasih Tao yang tak terbatas. Orang yang telah mencapai kesempurnaan akan bersatu dengan alam dan tiada memiliki sifat membeda-bedakan, dimana dia akan hidup tanpa memiliki masa lalu dan sekarang, tetapi meliputi semuanya. Orang yang masih membeda-bedakan antara hormat dan hina, tinggi dan rendah, besar dan kecil, maka akan sulit baginya untuk dapat melihat Kebenaran yang mendasari semua hal.