Budaya-Tionghoa.Net| Bila kita melihat orang berbuat baik atau tidak, kita membujuknya agar mau berbuat baik. Bila melihat orang mengalami kesulitan untuk berbuat baik, kita membantunya mengatasi masalahnya dan menuntunnya agar berhasil. Kita jangan cemburu atas keberhasilan mereka atau mencoba menyabotasenya.
Category: Filsafat Lain
Empat Nasehat Liao Fan [12] – Rasa Takut
Budaya-Tionghoa.Net| Faktor kedua “RASA TAKUT” . Apa yang kita lakukan? Yang Kuasa, Bumi, Dewa, Malaikat, Makhluk halus berada di sekeliling kita dan selalu memperhatikan seluruh tindakan kita. Mereka berbeda dengan manusia, mereka dapat melihat segala sesuatu tanpa halangan. Sehingga tidak mungkin kita dapat menyembunyikan diri dari mereka.
Empat Nasehat Liao Fan [11] – Bab II Cara Mengubah Nasib
Budaya-Tionghoa.Net| BAB II CARA MENGUBAH NASIB. Pada zaman Chun Ciu (tahun 722 SM – 481, zaman musim semi dan rontok) banyak penasehat yang mampu menebak dengan tepat rejeki dan bencana yang akan dialami seseorang, hal ini juga tertulis di buku Cho Chuan dan buku syair lainnya. Pada umumnya, seseorang akan mendapat rejeki atau menanggung bencana pasti ada gejala sebelumnya yang bersumber dari dalam hati dan terekspresi keluar yaitu di wajah atau fisiknya, orang yang bertampang welas asih, jujur, tulus, memegang janji, tingkah laku mantap tidak sembrono, biasanya dapat memperoleh rejeki. Sedang orang yang wajahnya judes, kejam, bertingkah laku sembrono, kebanyakan mendekati bencana, rejeki atau bencana pasti dapat diramalkan sebelumnya.
Empat Nasehat Liao Fan [10] – Bencana Dan Keberuntungan
Budaya-Tionghoa.Net| Tuan Khong telah meramalkan bahwa saya akan meninggal pada umur 53 tahun, tetapi saya tetap hidup sampai sekarang 69 tahun tanpa menderita penyakit apapun, walaupun saya tidak memohon panjang umur dari Yang Kuasa. Sekarang saya berumur 69 tahun, dan telah hidup lebih 16 tahun dari yang telah ditakdirkan. Dalam buku Su Ching Tiongkok tertulis…
Empat Nasehat Liao Fan [09] – Dermawan Yang Bukan Hartawan
Budaya-Tionghoa.Net| Setiap kali saya melakukan satu kebaikan, saya mencatat di sebuah buku, mama anda buta huruf, menggunakan bulu angsa sebagai pena dan mencelup ke dalam tinta membuat satu lingkaran merah di kalender untuk menandai setiap perbuatan baik yang telah dilakukannya. Kadang kala dia memberi makanan kepada orang miskin, atau membeli binatang di pasar lalu melepaskannya di hutan, dia mencatat semua ini dengan lingkaran merah di kalender, dia sering dapat mengumpulkan lebih dari 10 lingkaran merah dalam satu hari.