Budaya-Tionghoa.Net |Cukup sering Ngo Tay San disebut dalam cerita silat, kalau tidak menjadi salah satu aliran persilatan, tentu menjadi setting cerita. Banyak yang dibaca, tetapi yang ingat hanya setting-setting cerita berikut:
Forum Budaya & Sejarah Tionghoa
Budaya-Tionghoa.Net |Cukup sering Ngo Tay San disebut dalam cerita silat, kalau tidak menjadi salah satu aliran persilatan, tentu menjadi setting cerita. Banyak yang dibaca, tetapi yang ingat hanya setting-setting cerita berikut:
Budaya-Tionghoa.Net |Beberapa tahun lalu saya pernah membeli satu buku yang berisi kumpulan artikel sebuah majalah terkemuka di Indonesia. Kumpulan artikel itu berjudul “Etnik Tionghoa”. Buku ini memang merupakan edisi khusus dari kumpulan artikel di majalah yang diterbitkan lebih awal.
Budaya-Tionghoa.Net | Suasana Singapura di awal 1950-an tergambar di serial GagakLodra yang sudah berubah bahasa penuturannya dari melayu-tionghoa menjadi bahasa Indonesia (Courtesy of Hiangphek Tauwtoo dari Hiangphek Am) . Wasalam.
PANTJAWARNA
NJOO CHEONG SENG’S SERIAL
GAGAKLODRA SINGAPURA
Ada suatu masa, dunia aman dan damai. Manusia takut berbuat kedjahatan, karena takut hukum dunia, hukum pengadilan. Takut pula kepada hukum Tuhan, hukum kebathinan. Tetapi sesudah perang dunia ke II, sesudah manusia saling membunuh dengan kebuasan dan kebiadaban jang tiada taranja, sesudah bom Atom meledak, jang dengan sekaligus musnakan ratusan ribu djiwa, maka manusia seakan-akan lupa diri. Berbuat sesuatu semau-maunja. Seperti tidak ada hukum alam dan hukum dunia lagi. Manusia meradjalela dengan kedjahatannja jang berlebih-lebihan, seolah-olah pengadilan manusia dan pengadilan Tuhan tidak berkuasa lagi menghukumnja.
Budaya-Tionghoa.Net | Tulisan Qijing Shisanpian ini ditulis oleh Zhang Ni. [1] Terbagi dalam beberapa bab : tentang biji dan papan , tentang perhitungan , tentang penguasaan area dstnya
Bab I. Tentang Biji [2] dan Papan
Sepuluh ribu makhluk berasal dari Satu. Oleh karena itu tiga ratus enam puluh perpotongan di papan weiqi juga mengandung Yang Satu. Yang Satu adalah prinsip penurunan angka, dianggap sebagai kutub, dan menghasilkan 4 titik ujung.
Budaya-Tionghoa.Net | Kelenteng Lam Tjeng Kiong atau Nan Jing Gong terletak dijalan RE. Martadinata no 4 , Cilacap , Jawa Tengah . Menurut Wolfgang Franke dan Salmon (1988) dalam “Chinese Epigraphic Materials In Indonesia” , kelenteng ini didirikan circa 1879 dan didedikasikan untuk Xuantian Shangdi .