Budaya-Tionghoa.Net |Bab ketiga mengajar kita cara untuk mengumpulkan kebajikan. Secara alami, adalah sangat baik bila manusia mau melakukan kebajikan, tetapi sebagai manusia, kita adalah makhluk sosial, tidak mungkin tidak bertemu dengan orang lain, karena itu, adalah sangat penting bagi kita mengetahui cara untuk membawa diri bila berinteraksi dengan orang lain. Cara yang terbaik adalah melakukan kebajikan “rendah hati”. Dalam masyarakat, orang yang rendah hati akan mendapat dukungan dan kepercayaan publik. Bila mereka memahami kebajikan “merendah”, mereka juga akan paham pentingnya kemajuan diri secara konstan.
Category: Esai & Opini
Empat Nasehat Liao Fan Bagian 1 – Bagaimana Membangun Nasib
Budaya-Tionghoa.Net | Membangun nasib adalah untuk membentuk nasib daripada terikat olehnya. Pelajaran ini adalah membicarakan tentang prinsip dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengubah nasib. Berdasarkan pengalamannya, Liao Fan mengajarkan anaknya jangan terikat nasib dan berusaha sebaik mungkin melaksanakan kebaikan serta menghindarkan segala perbuatan tidak baik.
Memilih Tabib Shinse = Memilih Pemimpin Negara
Budaya-Tionghoa.Net | Ada sebuah kisah mengenai seorang “pasien” mencari seorang “tabib” atau “shinse” , spesialist bagian Internist untuk mengobati penyakit kronis ygdideritanya selama 32 tahun dan sampai sekarang tidak pernah sembuh-sembuh. Penyakitnya sangatlah parah sekali maka dia sangat kebingungan mencari kesana dan kemari demi kebaikan penyakit yang dideritanya.
Etnis Tionghoa Adalah Bagian Dari Integral Bangsa Indonesia
Budaya-Tionghoa.Net |Pada tahun 1945, empat orang etnis Tionghoa turut serta merancang UUD RI dan menjadi anggota Dokuritu Zunbi Tyoosa Kai atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan seorang menjadi anggota Dokuritu Zunbi Inkai atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
Notulensi Bedah Buku Putri Cina di Solo
Budaya-Tionghoa.Net |Sobat, ini ada notulensi bedah buku / novel “Putri Cina” yang ditulis oleh Sindunata di Solo tanggal 3 Mei yang lalu. Saya ingin mengajak teman-teman mendiskusikan isinya di milis ini. Terima kasih.
***
MC : Selamat pagi, sambil mengisi waktu kita akan memperkenalkan diri dan mengenalkan tokoh-tokoh yang datang. Pertama, seorang tokoh: Bang atau Pak Muchtar Pakpahan, tokoh buruh kelas internasional; Ada juga sesepuh dari Kong Hu Cu; Pak Joko dari Hoo Hap; Ada juga tokoh Baperki: